Tampilkan postingan dengan label Mengharukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengharukan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 September 2015

Tadi malem, tepat pukul 19.00 WIB, gue diajak sama bapak untuk ikut kerumah nenek, katanya untuk nengok nenek. Beberapa menit kemudian, sampailah dirumah nenek, sesampainya disana gue kaget ngeliat nenek di infus, dia dipindahkan ke ruang tengah supaya lebih leluasa dan tidak sumpek. Alhamdulillah, nenek masih bisa mendengar dan memahami apa yang kita bicarakan. Banyak sodara dan tetangga yang nengok nenek kerumah terlebih lagi sang adik dari nenek nangis ketika dia melihat sang kakak terbaring lemah diatas kasur, dia terus memegang tangan nenek dan terus ada disampingnya. *tisu mana tisu* :( hiks hiks hiks...

Pukul 20.10 WIB pak ustadz, sodara dan tetangga datang kerumah untuk membaca surat yasin dan doa doa demi kesembuhan nenek, setelah pembacaan doa selesai beberapa saat kemudian, kakek datang dan berteriak memanggil nama sang istri dan berkali kali dia jatuh pingsan. Dia selalu berkata "Jangan tinggalin aku, gimana aku kalau gak ada kamu, lebih baik aku duluan yang mati" kalimat ini seperti ada didalam sebuah sinetron tapi ini bener-bener nyata ini bukan rekayasa ini asli. Mendengar kalimat itu aku gak bisa nahan air mata ini, air mata ini selalu membasahi pipi secara terus menerus.

Sang anak, berusaha menenangkan ayahnya kalau istrinya baik-baik saja. Dengan begitu, dia merasa tenang dan berhenti nangis. Sang dokter datang untuk memeriksa keadaan nenek. Alhamdulillah, nenek masih sadar dan masih mendengar apa yang dikatakan oleh dokter.

Dan, ada satu hal yang bener-bener bikin aku terharu, tiba tiba kakek duduk disamping nenek dan menunduk lalu berkata "Ini sudah menjadi takdir kamu, maafin aku, maafin, kalau perlu kita bareng saja matinya" :'( ini bener-bener kalimat asli yang keluar dari mulut kakek. Dia kembali jatuh kepangkuan anaknya, dan kembali berkata "Maafin kami anak-anak, hanya segini yang bisa kami berikan pada kalian", anak-anaknya sendiripun menangis karena gak kuasa melihat keadaan ayah nya yang seperti itu.

Air mata ini terus mengalir kala melihat kakek, tidur disamping nenek dan memegang tangan nenek. Aku bener-bener gak kuasa melihatnya, ini udah kayak sinetron dan film. Aku melihat masih ada cinta dan kasih sayang dalam diri kakek untuk nenek, bagaimana tidak waktu dulu saja aku melihat mereka masih akrab dan masih bisa bercanda. Duduk berdua di teras rumah dan nenek pun waktu itu masih melayani apa yang kakek mau. Dia masih patuh sama suaminya dan tidak pernah membangkang apa kata sang suami.

Kadang aku miris dan sedih ketika melihat pasangan suami istri yang selalu saja mementingkan ego masing-masing tanpa pernah berfikir bagaimana dia dulu menjalin hubungan yang indah. Aku salut sama kakek dan nenek, meskipun mereka sudah tua tapi mereka gak pernah berantem, mereka masih akur, masih bisa ngobrol, masih bisa bercanda dan masih bisa ketawa sama-sama. Mereka masih bisa menjalin hubungan yang romantis di usia nya yang sudah senja. Cinta mereka abadi sampai dihari tuanya.

Kakek dan nenek adalah salah satu orang yang masih hidup dan masih harmonis dilingkungan tempat tinggalnya. Keharmonisan kakek dan nenek menghasilkan 9 anak, 25 cucu dan 8 cicit. Setiap kali aku main ke sana, yang aku lihat adalah kakek dan nenek duduk berdua didepan rumah, nonton acara tv bersama, ngobrol, bercanda dan ketawa sama-sama.

Keharmonisan mereka bisa terlihat ketika sang kakek meminta nenek untuk membawakan nasi beserta lauk pauknya. Nenek langsung saja membawakan apa yang diminta kakek. Dan pernah juga aku melihat ketika kakek lagi tidur dikamar, nenek senantiasa duduk disamping kakek. Meskipun sekarang mereka tidak sekamar lagi, tapi itu tidak membuat cinta dan kasih sayang mereka hilang gitu saja dan itu bisa terlihat ketika nenek terbaring sakit.

Cinta dan kasih sayang yang tulus akan selalu memberikan yang terbaik bukan meminta untuk menjadi yang terbaik.

Cepet Sembuh Nenek :)
Miss You :*


Ada satu hal yang bisa aku petik dari semua ini, kalau kita bisa meredam ego masing-masing tentunya cinta, kasih sayang dan kesetiaan yang tuluslah yang akan selalu ada sampai tua nanti.

Hanya itu saja yang bisa gue ceritain kali ini. Makasih sudah mau membaca cerita gue.

Byeee !
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!